Susno Ungkap Kasus 'Giant' Adalah Century

06 December 2012 21:04

Susno Duaji, yang saat ini masih 'bernyanyi' di Breaking News Kompas TV, menjelaskan maksud kasus raksasa (giant) yang pernah dia ungkap, adalah kasus mega-skandal Bank Century. Namun ketika didesak tentang kemana arah kasus ini akan bermuara, dan melibatkan sebesar tokoh di negara ini, Susno Duaji tampak 'gamang' dan cenderung menjawab dengan normatif.

"Kalau ditanya tentang besar atau giant-nya itu dinilai dari apa? Tentu dari segi uang kerugiannya. Sebab, kalau dari segi apakah orang dan jabatan dan kedudukannya, tentu saja belum, dari segi tersangka. Di era saya, tersangkanya kan direksi dan owner. Baru sampai di situ, lalu saya lengser," kata Susno dalam acara Breaking Newas Kompas TV yang diberi judul "Susno Blak-blakan", Kamis (6/12) mulai pukul 19.05 wib.

Pada acara wawancara eksklusif yang dipandu Aiman Wicaksono itu, Susno Duaji tampak santai, dengan mengenakan baju batik etnik halus warna merah marun. Wawancara langsung ini diselenggarakan di kediaman Susno Duaji di Cipete, Depok, Jawa Barat. Sebelum wawancara berlangsung, acara yang terlihat di-setting ini Aiman Wicaksono seolah bertamu sebelumnya, dengan mengetuk pintu dan menanyakan keberadaan Susno Duaji kepada istrinya.

Menyinggung mengenai ditolaknya kasasinya oleh MA sehingga Susno tetap dihukum tiga tahun enam bulan, jenderal polisi bintang tiga ini menyatakan, bahwa dia telah membahas masalah ini dengan pengacaranya, dan sudah melaporkan kepada institusinya, Mabes Polri. Susno menyatakan menghormati dan akan mematuhi putusan MA tersebut. Ketika ditanya, jika dia menghormati dan mematuhi hukum itu, berarti dia mengakui kesalahannya, Susno Duaji buru-buru menyatakan, berbeda antara menghormati dengan mengakui kesalahan.

"Beda antara hormati dengan akui. Sebagai warga negara, saya patuh terhadap hukum. Nah, kalau saya tidak mengakui kesalahan, berarti ada perlawanan yang akan diberikan, sesuai hukum acara," katanya, seraya menambahkan bahwa pihaknya akan mengumpulkan bukti baru guna diajukan dalam proses upaya hukum terakhir, yakni Peninjauan Kembali (PK). "Untuk ajukan PK ini sudah saya bahas dengan pengacara saya, Pak Untung," kata Susno Duaji. (MS)

Komentar

Tentang Kami

"Berjuanglah di jalan yang benar, berusahalah menjadi lebih baik, dan junjunglah harkat manusia di posisi paling tinggi atas dasar keimanan. Dengan demikian, hidup kita lebih bermakna dan memberi...