PROSES SELEKSI DIRJEN PEMASYARAKATAN DIMULAI

03 September 2013 23:18

 

 

Panitia Seleksi (Pansel) rekrutmen calon Direktur Jenderal Pemasyarakatan, hari Selasa (3/9) mulai bekerja, dengan menggelar rapat persiapan seleksi terbuka Dirjen Kemasyarakatan. Dalam rapat di ruang Soepomo lantai 7 kantor Kementerian Hukum dan HAM, Pansel Dirjen Pemasyarakatan itu menghasilkan dua keputusan penting.

"Dua keputusan penting tersebut yaitu kesepakatan Pansel untuk memperpanjang masa pendaftaran peserta, semula dimulai 9 September dan ditutup 11 September 2013, diperpanjang menjadi dimulai 5 September dan ditutup 12 September 2013. Selain itu, Pansel juga menyesuaikan syarat pendidikan bagi peserta yang semula berpendidikan serendah-rendahnya S2 menjadi S1," demikian keterangan pers yang diterima JagatBerita.com.

Kedua keputusan penting tersebut diambil dalam rangka memberikan kesempatan yang lebih luas bagi calon peserta potensial untuk ikut berkompetisi dalam seleksi terbuka Dirjen Pemasyarakatan. Rapat pertama Pansel Dirjen Kemasyarakatan itu,dipimpin langsung oleh Ketua Pansel, Wamen Kumham, Denny Indrayana dan dihadiri oleh anggota Pansel yaitu Sekjen Kemenkumham Bambang Rantam Sariwanto, Irjen Kemenkumham Agus Sukiswo, Abdullah Hehamahua, Imam B. Prasodjo, Prof. Saldi Isra, dan Dirjen HAM Prof. Harkristuti Harkrisnowo.

Menurut salah seorang anggota Pansel, Saldi Isra, perubahan syarat pendaftaran boleh dilakukan sepanjang perubahan syarat tersebut tidak memberatkan peserta dan tidak melanggar peraturan perundang-undangan. Lebih lanjut Saldi menyampaikan bahwa dengan perubahan syarat tersebut, seleksi terbuka Dirjen Pemasyarakatan akan lebih kompetitif karena peserta yang akan mendaftar diharapkan menjadi lebih banyak.

Dengan makin kompetitifnya seleksi, kandidat terpilih nantinya tentu yang terbaik, memiliki integritas dan kapasitas untuk memimpin jajaran Pemasyarakatan ke depan menjadi lebih baik. (*)

Komentar

Tentang Kami

"Berjuanglah di jalan yang benar, berusahalah menjadi lebih baik, dan junjunglah harkat manusia di posisi paling tinggi atas dasar keimanan. Dengan demikian, hidup kita lebih bermakna dan memberi...