PENETAPAN RUHUT JADI KETUA KOMISI III BERANTAKAN

24 September 2013 22:54

Proses pergantian Ketua Komisi III dari Gede Pasek Suardika kepada calon baru yang diusulkan Fraksi Partai Demokrat, Ruhut Sitompul berlangsung alot. Sejumlah anggota Komisi III menyatakan menggunakan haknya sesuai tata tertib, untuk menolak calon yang diusulkan dan meminta diganti dengan kandidat lain.

 

"Kami anggota punya ruang untuk menolak. Komisi III ini penuh dinamika, ini strategis soal hukum yang perlu dipimpin oleh orang yang punya kapabilitas. Kami tidak ingin komisi III menjadi komisi dagelan, badut. Atas nama Fraksi Hanura kami menolak saudara Ruhut," kata Syarifuddin Sudding, anggota Komisi III dari FP Hanura dalam rapat di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (24/9).

 

Sementara itu anggota Komisi III dari FPKS Abu Bakar Alhabsy mengatakan, dia tidak mempermasalahkan apabila komisi bidang hukum ini dipimpin oleh Ruhut. Akan tetapi, Abu Bakar Alhabsy, akan berat apabila terpilih dalam posisi sebagian besar menolak. Ia kemudian mengusulkan agar surat dari FPD dikembalikan dan mencari kandidat lain yang bisa diterima semua pihak.

 

Pandangan ini dimentahkan oleh Taslim dari FPAN. "Kami mengusulkan agar dilakukan lobi antarfraksi, apabila tidak ditemukan kata sepakat, kita laksanakan mekanisme berikutnya yang diatur dalam tata tertib, pemungutan suara," tandasnya.

 

Pimpinan sidang, Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso menyetujui usul ini dan menskor rapat untuk memberi kesempatan kepada seluruh fraksi mencari titik temu. Dalam lobi disepakati untuk memberi waktu satu minggu kepada FPD untuk mempertimbangkan kembali usulannya.

 

"Atas nama rapat, saya segera telepon Ibu Nurhayati Ali Assegaf, Ketua Ketua FPD. Kita beri kesempatan kepada beliau, untuk melaporkan kepada DPP atau bahkan Pak SBY nanti mengirimkan kembali surat meskipun kita sudah tahu mungkin calonnya tetap, tapi saya tidak mau mengomentari. Surat itu kita akan bahas minggu depan, kita jadwalkan dalam waktu yang kita tentukan kemudian," paparnya.

 

Putusan pimpinan sidang ini, akhirnya disepakati oleh seluruh peserta sidang. Dalam kesempatan itu Priyo juga menegaskan selama proses ini berlangsung maka Pimpinan Komisi III tidak berubah. "Per hari ini, Pimpinan Komisi III masih sah, Pak Pasek tetap Ketua, sampai pemberitahuan lebih lanjut," demikian Priyo. (iky/dpr.go.id)

Komentar

Tentang Kami

"Berjuanglah di jalan yang benar, berusahalah menjadi lebih baik, dan junjunglah harkat manusia di posisi paling tinggi atas dasar keimanan. Dengan demikian, hidup kita lebih bermakna dan memberi...