Muzakir Manaf: Bendera Aceh Tak Bisa Diganggu Gugat

06 April 2013 17:42

Wakil Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, menyatakan tetap mendukung keputusan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) tentang qonun (semacam peraturan daerah atau perda berdasarkan syariah) lambang bendera Provinsi Aceh. Muzakir Manaf, yang pernah menjadi Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) itu, justru menuding jika penolakan terhadap bendera yang mirip lambang GAM itu hanya dilakukan oleh sekelompok kecil orang yang tidak akan mempengaruhi diberlakukan qanun lambang Aceh itu. 

Ditanya wartawan saat menmghadiri kegiatan Maulid Nabi Muhammad di Mess Pemda Aceh di Jalan Pattimura, Medan, Sabtu (5/4) siang, Wagub Muzakir Manaf itu menambahkan, keputusan DPR Aceh tentang qanun lambang bendera Aceh itu tak lagi bisa diganggu gugat lagi. Bahkan, reaksi pemerintah pusat yang memberi waktu 15 hari bagi Pemerintah Provinsi Aceh untuk mengklarifikasi penggunaan bendera warna merah dengan gambar bulan bintang dan pedang melintang di bagian bawah itu.

Kendati lambang bendera itu mirip dengan lambang GAM di masa lalu, namun Wagub Muzakir Manaf justru menyatakan, penggunaan lambang Aceh itu sesuai dengan Kesepahaman dalam Perjanjian Perdamaian pemerintah pusat dan GAM di Helsinki tahun 2005 lalu. (YUD)

 

 

Komentar

Tentang Kami

"Berjuanglah di jalan yang benar, berusahalah menjadi lebih baik, dan junjunglah harkat manusia di posisi paling tinggi atas dasar keimanan. Dengan demikian, hidup kita lebih bermakna dan memberi...